Resimen Mahasiswa Indonesia


Resimen Mahasiswa (disingkat Menwa) adalah salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan untuk mempertahankan NKRI sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Menwa juga merupakan salah satu komponen warga negara yang mendapat pelatihan militer (unsur mahasiswa). Markas komando satuan Menwa bertempat di perguruan tinggi di kesatuan masing-masing yang anggotanya adalah mahasiswa atau mahasiswi yang berkedudukan di kampus tersebut. Menwa merupakan komponen cadangan pertahanan negara yang diberikan pelatihan ilmu militer seperti penggunaan senjata, taktik pertempuran, survival, terjun payung, bela diri militer, senam militer, penyamaran, navigasi dan sebagainya.
Anggota menwa (wira) di setiap perguruan tinggi atau kampus membentuk satuan-satuan yang merupakan salah satu bagian organisasi mahasiswa / mahasiswi di unit kegiatan mahasiswa (UKM). Menwa diberikan wewenang dan tanggung jawab yang berbeda dengan UKM lain dan berada langsung d ibawah rektorat.


Lambang

Komponen lambang Garuda


Lambang Sembilan Unsur Resimen Mahasiswa Indonesia
  • Bintang di kanan atas di hadapan burung Garuda dengan sayap kanan 6 (enam) dan kiri 7 (tujuh), leher 59 dan ekor enam dengan warna kuning emas dan melirik ke sebelah kanan.
  • Di tengah-tengah di depan burung Garuda terdapat lambang silang senjata pena dalam genggaman burung Garuda dengan warna putih.
  • Pita yang melandasi dengan warna putih dengan tulisan di tengah warna merah “Widya Çastrena Dharma Siddha”.
  • Perisai yang menjadi alas warna hitam.

Makna

  • Bintang di kanan berarti cita-cita yang luhur, baik dan benar.
  • Bulu sayap berjumlah 13, ekor 6 dan leher 59 (13 Juni 1959 = tahun kelahiran Resimen Mahawarman).
  • Perisai berarti sebagai komponen pertahanan Negara.

Komponen Lambang Sembilan Unsur

  • Perisai Segilima menggambarkan keteguhan sikap
  • Padi dan Kapas menggambarkan dasar bernegara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.
  • Bintang, Sayap Burung, Jangkar dan Lambang Polri menandakan bahwa Resimen Mahasiswa berada di bawah naungan ketiga unsur angkatan dan Polri
  • Pena dan Senjata melambangkan pengabdiannya, wira melakukan penyelarasan antara Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan.
  • Buku Tulis menyatakan bahwa tugas pokok setiap wira adalah mengembangkan ilmu pengetahuan, selain melaksanakan tugas-tugas kemenwaan.

Warna Kebanggaan

Resimen Mahasiswa Indonesia menggunakan baret ungu. Dalam aplikasinya di lingkungan Menwa, warna ini mempunyai arti :
  • Mulia
  • Berpengetahuan
  • Terpelajar

Panca Dharma Satya

Panca Dharma Satya adalah janji Resimen Mahasiswa Indonesia :
  1. Kami adalah mahasiswa warga Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
  2. Kami adalah mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab serta kehormatan akan pembelaan negara dan tidak mengenal menyerah.
  3. Kami Putra Indonesia yang berjiwa ksatria dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membela kejujuran, kebenaran, dan keadilan.
  4. Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan kehormatan Garba Ilmiah dan sadar akan hari depan Bangsa dan Negara.
  5. Kami adalah mahasiswa yang memegang teguh disiplin lahir dan batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepentingan Nasional di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Semboyan

Semboyan Resimen Mahasiswa Indonesia adalah "Widya Çastrena Dharma Siddha", berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "Penyempurnaan Pengabdian Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan"
Yang dimaksudkan oleh Ilmu Pengetahuan adalah segala macam cabang keilmuan yang didapat saat menjadi mahasiswa. Hal ini dipergunakan untuk menempuh jenjang karier, dengan tidak melupakan tujuan utama melakukan pengabdian pada masyarakat.
Sedangkan Ilmu Keprajuritan adalah yang bersangkutan dengan jiwa keperwiraan, keksatriaan serta kepemimpinan, bukan sekadar keahlian dalam bertempur atau pun yang sejenis.

Sejarah

Tanggal 13 Juni - 14 September 1959 diadakan wajib latih bagi para mahasiswa di Jawa Barat. Mahasiswa yang memperoleh latihan ini siap mempertahankan NKRI bersama TNI guna mencegah semua ancaman dan siap melakukan pertempuran dengan menggunakan senjata. Mahasiswa-mahasiswa walawa (WAJIB LATIH) dididik di Kodam VI/ Siliwangi dan para walawa diberi hak mengenakan lambang Siliwangi. Walawa dipersiapkan sebagai perwira cadangan untuk mendukung TNI bila terjadi keaadaan genting pada NKRI.
Pada tanggal 19 Desember 1961 di Yogyakarta, Komando Pimpinan Besar Revolusi Presiden RI Bung Karno mencetuskan Trikora. Seluruh rakyat menyambut komando ini dengan gegap gempita dengan semangat revolusi untuk merebut Irian Barat; termasuk juga mahasiswa wajib latih (Walawa).
Isi Trikora:
  1. Panjangkan Sangsaka Merah Putih di Irian Barat
  2. Gagalkan Negara Boneka Papua
  3. Adakan Mobilisasi Umum
Sejak Trikora bergema maka kewaspadaan nasional makin diperkuat, makin memuncak sehingga timbul rencana pendidikan perwira cadangan di Perguruan Tinggi.
Berdasarkan dua surat keputusan Pangdam VI Siliwangi, maka oleh pihak Universitas pada 20 Januari 1962 dibentuk suatu badan koordinasi yang diberi nama Badan Persiapan Pembentukan Resimen Serba Guna Mahasiswa Dam VI Siliwangi (disingkat BPP) Resimen Mahasiswa DAM VI/ Siliwangi, beranggotakan :
  1. Prof. drg. R. G. Surya Sumantri ( Rektor Unpad) selaku Koordinator
  2. Dr. Isrin Nurdin (Pembantu Rektor ITB) selaku Wakil Koordinator I
  3. Drs. Kusdarminto (PR Unpar) selaku wakil Koordinator II
  4. Major. Moch. Sunarman dari PUS PSYAD pada waktu itu selaku sekretaris.
Pada Februari 1962 diadakan Refreshing Course selama sepuluh minggu di Resimen Induk Infantri dan dilanjutkan dengan latihan selama 14 hari yang dikenal dengan sebutan Latihan Pasopati.
Pada 20 Mei 1962 anggota Resimen Mahasiswa Angkatan 1959 dilantik oleh Pangdam VI/SLW menjadi bagian organik dari Kodam VI/SLW.
Dalam rencana kerja empat tahunnya tercantumlah pembentukan kader inti dan ini sudah terlaksana sejak permulaan semester 2 tahun ajaran 1962-1963. termasuk pembentukan kader inti putri. Mahasiswa/i Jabar (Bandung khususnya) mengikuti Latihan di Bihbul, tempat penggodokan prajurit-prajurit TNI. (Sekarang Secaba Dam III/ Slw, Bihbul). Satuan-satuan inti dari Yon mahasiswa dari beberapa universitas dan akademi dikirim ke tempat ini di bawah asuhan pelatih-pelatih dari RINSIL.
12 Juni 1964 keluarlah Surat Keputusan Menteri Koordinator Komponen Pertahanan dan Keamanan DR. A.H. Nasution Jenderal TNI yang mengesahkan Duaja Resimen Mahawarman. Penyerahan Duaja dilakukan oleh Menko sendiri. Garuda Mahawarman resmi berdiri berdampingan dengan Harimau Siliwangi.

PENDIRI
Sebagaimana eksistensi Menwa yang seiring dengan proses perjuangan kebangsaan, yang dimaksud dengan Pendiri MENWA adalah sebagaimana periodisasi sebagai berikut;
Masa Perjuangan Kemerdekaan (era TP/TRIP/CM) adalah Kepala Staf Angkatan Perang (KASAP) RI, Jenderal T.B. Simatupang di tahun 1946, tentang pembentukan Brigade XVII yang terdiri atas kesatuan Tentara Pelajar (TP), Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Tentara Genie Pelajar (TGP) dan Corps Mahasiswa (CM) dengan para tokoh pimpinannya seperti Mas Isman, Prof. DR. Mahar Mardjono, Chaerul Saleh, Koento Wijoyo, Prof. DR. Erie Sadewo, Prof. Dr. Satrio, Prof. Dr. Sri Soemantri Martosuwignyo, SH., Lafran Pane, Sutan Takdir Alisyahbana, Prof. DR. Daoed Joesoef, Prof. DR. Ir. Rooseno, dan masih banyak yang lainnya.
Masa Perjuangan DWIKORA-TRIKORA dengan nama WALAWA adalah Kepala Staf Angkatan Bersenjata (KASAB) RI, Jenderal Besar A.H. Nasution ditahun 1961 dengan radiogram No.1 ke setiap Kodam untuk pembentukan dan pelatihan Wajib Latih Mahasiswa (WALAWA) di setiap Perguruan Tinggi di wilayah masing-masing.
Masa Pemerintahan Orde Baru dengan nama MENWA adalah Mendikbud RI, Prof. DR. Daoed Joesoef dan PANGAB, Jenderal M. Joesoef di tahun 1978 (seiring terbitnya SKB tiga Menteri tentang Pembinaan Resimen Mahasiswa.
Masa pemerintahan saat ini, dengan nama Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia (KONAS MENWA Indonesia) didirikan oleh Para Pimpinan Menwa Tingkat Propinsi dan Tingkat Perguruan Tinggi seluruh Indonesia dalam RAKOMNAS MENWA Indonesia pada 24-26 Juli 2006 di Jakarta.

Daftar Nama Resimen (Menwa pada tingkat Provinsi) di Republik Indonesia

  • Resimen Mahasiswa Darussalam (Men Mahadasa) Prov. Aceh
  • Resimen Mahasiswa Sumatera Utara (Men Mahatara) Prov. Sumatera Utara
  • Resimen Mahasiswa Pagaruyung (Men Maharuyung) Prov. Sumatera Barat
  • Resimen Mahasiswa Indra Pahlawan Prov. Riau
  • Resimen Mahasiswa Bahari (Men Mahabahari) Prov.Riau Kepulauan
  • Resimen Mahasiswa Dwi Yudha (Men Mahadwiyudha) Prov.[Bengkulu]]
  • Resimen Mahasiswa Sultan Taha Prov. Jambi
  • Resimen Mahasiswa Sriwijya (Men Mahawijaya) Prov. Sumatera Selatan
  • Resimen Mahasiswa Raden Intan (Men Maharatan) Prov. Lampung
  • Resimen Mahasiswa Jayakarta (Men Jayakarta) DKI Jakarta
  • Resimen Mahasiswa Mahawarman (Men Mahawarman) Prov. Jawa Barat
  • Resimen Mahasiswa Banten (Men Mahabanten) Prov. Banten
  • Resimen Mahasiswa Mahadipa (Men Mahadipa) Prov. Jawa Tengah
  • Resimen Mahasiswa Yogyakarta (Men Mahakarta) Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Resimen Mahasiswa Mahasurya (Men Mahasurya) Prov. Jawa Timur
  • Resimen Mahasiswa Ugracena (Men Ugracena) Prov. Bali
  • Resimen Mahasiswa Tanjungpura (Men Mahapura) Prov. Kaliomantan Barat
  • Resimen Mahasiswa Palangkaraya (Men Maharaya) Prov. Kalimantan Tengah
  • Resimen Mahasiswa Suryanata (Men Mahanata) Prov. Kalimantan Selatan
  • Resimen Mahasiswa Mulawarman (Men Mulawarman) Prov. Kalimanan Timur
  • Resimen Mahasiswa Sam Ratulangi (Men Mahasamra) Prov. Sulawesi Utara dan Prov.Gorontalo
  • Resimen Mahasiswa Pawana Çakti (Men Mahapati) Prov. Sulawesi Tengah
  • Resimen Mahasiswa Wolter Mongisidi (Men Wolter Mongisidi) Prov. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat
  • Resimen Mahasiswa Halu Oleo (Men Mahaleo) Prov. Sulawesi Tenggara
  • Resimen Mahasiswa Maluku (Men Mahamaku) Prov.Maluku dan Maluku Utara
  • Resimen Mahasiswa Cendrawasih (Men MahaCandra) Prov. Papua
  • Resimen Mahasiswa Wira Dharma (Men MahaDharma, eks Prov. Timor Timur, sampai 10 Oktober 2004 belum dibubarkan)
  • Resimen Mahasiswa Nusa Cendana (Men Mahadana) Prov. Nusa Tenggara Timur
  • Resimen Mahasiswa Rinjani (Men Mahajani) Prov. Nusa Tenggara Barat
  • Resimen Mahasiswa Rimba Raya Prov. Gorontalo



SEJARAH SINGKAT SENI BELADIRI YONGMOODO ASAL KOREA

Sejarah Yongmoodo dimulai pada tanggal 15 Oktober 1995 dimana The Martial Reearch Institut dari Yong In University Korea membentuk seni beladiri Yongmoodo yang merupakan gabungan dari beladiri Judo, Taekwondo, Apkido, Ssirum, dan Hon Sin Sul. Akar dari Yongmoodo adalah beladiri Hon Sin Sul yang berarti Beladiri.
Istilah Yongmoodo berasal dari kata Hankido yang dikembangkan di Korea pada tahun 1976. Kemudian namanya berganti menjadi Kukmodo dan berubah menjadi Yongmoodo. Yongmoodo berasal dari 3 suku kata yaitu :
1. YONG berarti naga. Naga di agungkan oleh banyak orang yang dipercaya memiliki kemampuan mistik. Naga juga diyakini mampu terbang mengeluarkan api dari mulutnya, hidup dibawah air atau dibawah tanah, menguasai alam yang dapat menyebabkan terjadinya Tsunami, gempa bumi dan membawa kemakmuran serta keberuntungan bagi yang mempercayainya.
2. MU atau MOO berarti Beladiri yang menunjuk pada pertempuran yang mengacu pada prtempuran dan perkelahian, pertahanan dan strategis, fisik, mental, serta fisikologi.
3. DO berarti cara berlatih dan cara hidup, pandangan hidup yang kosong dan berisi Philosopi serta kemampuan belajar dari alam, hidup dan perkelahian ,melawan alam.
Yongmoodo telah dipromosikan oleh ribuan alumni dari Yong In University dan para Master maupun Grand Master, yang diresmikan pada tanggal 25 April 2002 sehingga terbentuklah Organisasi Federasi Beladiri Yongmoodo dan memperoleh ketenaran tidak hanya di Korea tetapi di seluruh penjuru Dunia dan sudah tersebar di Negara – Negara :
1. Amerika Utara terutama di Amerika Serikat, Kanada dan wilayah yang lain di Benua Amerika.
2. Eropa terutama di Negara Prancis,
3. Di Asia terutama dI Negara Asia Timur seperti Korea Selatan dan Utara, Hongkong, Taiwan, Makao dan sebagian Asia Tenggara.

Penggagasan atau Pendiri Beladiri Yongmoodo antara lain :
1. Kim Byung Chun yang merupakan Presiden Asosiasi Yongmoodo Internaional di Korea.
2. Prof Lee Byeong Ik, Prof Kim Eui Yong dan Prof Kim Chang Woo yang menjabat di Departemen Oriental Martial Art di Yong In University.
3. Prof Kang Min Chu yang menjabat sebagai sekretaris Jendral Asosiasi Yongmoodo Internasional.
Rangking dan warna sabuk yang ada dalam beladiri Yongmoodo adalah :
1. Rangking 10 = Sabuk putih
2. Rangking 9 = Sabuk Kuning
3. Rangking 8 = Sabuk Kuning
4. Rangking 7 = Sabuk Hijau
5. Rangking 6 = Sabuk Hijau
6. Rangking 5 = Sabuk Biru
7. Rangking 4 = Sabuk Biru
8. Rangking 3 = Sabuk Coklat
9. Rangking 2 = Sabuk Coklat
10. Rangking 1 = Sabuk Merah
Setelah Sabuk Merah maka para peserta Beladiri Yongmoodo dapat Dan I atau Sabuk Hitam dengan kemampuan meliputi Teknik Skill Dasar, Menengah, Tingkat mahir serta penggunaan alat.

RESIKO DAN KESELAMATAN DALAM LATIHAN
Seni beladiri Yongmoodo memerlukan latihan yang kekal, harus di latihkan sedemikian untuk memperkecil resiko latihan yang bersifat fatal. Pelatihan seni beladiri Yongmoodo memerlukan persiapan yang cukup lama dan pengenalan tentang tehnik – tehnik dasar.untuk mengefisienkan kemungkinan – kemungkinan kecil terluka yang di alami oleh para pemula maka dari itu perlu adanya pengawasan dan pelatihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut agar resiko dan keselamatan latihan tidak berakibatkan fatal.
Seni beladiri Yongmoodo memerlukan instruksi – instruksi dan praktek langsung dari seorang guru atau Instruktur agar hal – hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
Insturktur harus menyiapkan sarana dan prasarana yang berhubungan dengan kesiapkan dalam pelatihan beladiri yongmoodo seperti, lapangan, alat bantu body tack, matras, sam sak, gansil ( pelindung gigi ), pelindung kepala, pelindung tangan dan kaki, harus memenuhi target standar keselamatan dan juga selama dalam melaksanakan latihan. Latihan tersebut harus dapat dikendalikan, diawasi dan dievaluasi.
Berlatih seni beladiri Yongmoodo dimulai dengan pemanasan supaya badan siap menerima materi – materi latihan. Pemanasan dilakukan terutama pada bagian – bagian persendian, jari – jari tangan maupun kaki. Bagian –bagian terpenting yang harus dilatih tiap hari adalah Psikologi kita. Proses penyegaran dalam latihan juga perlu dilaksanakan meditasi dan pernapasan.
Setiap pelatih atau Instruktur harus memiliki kemampuan untuk mengatasi segala kemungkinan yang akan terjadi di dalam pelaksanaan latihan. Karena dalam mempelajari ilmu seni beladiri Yongmoodo rawan terjadi kecelakaan dalam berlatih.

Kehadiran di Indonesia


Satu lagi olahraga jenis beladiri masuk Indonesia. Namanya Yongmoodo yang merupakan seni beladiri asal Korea Selatan. Dan mulai 2012, Yongmoodo siap menyemarakkan keragaman seni beladiri di Indonesia. Sejalan dengan falsafah militer yang menjunjung sportifitas dan patriotisme, beladiri tangan kosong ini telah menjadi seni beladiri wajib di TNI Angkatan Darat sejak 2008.







Dan sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI), seni beladiri asal Korea ini pun mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di tahun 2012 ini. Sosialisasi berupa roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia. Dalam sosialiasi tersebut, diperagakan sejumlah jurus yang dilakukan oleh atlet Yongmoodo.

"Tidak hanya untuk Angkatan Darat, mulai 2012 kami sosilaisasikan ke seluruh masyarakat Indonesia. Rencana itu tak lepas dari berdirinya FYI," ujar Letjen Danko Diklat yang juga menjabat sebagai ketua FYI, Gatot Bambang Nurmantyo dalam roadshow di Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 22 Mei 2012.

”Beladiri Yongmoodo akan dikembangkan ke seluruh Indonesia yang diharapkan dapat mewujudkan sifat maupun watak patriotisme,” tambahnya. Seni beladiri Yongmoodo sendiri mengandalkan ketepatan, kecepatan dan kekuatan dalam duel jarak dekat.

Gatot memaparkan awal perkenalan TNI AD dengan beladiri Yongmoodo dimulai jelang HUT TNI 2008. Berawal dari kebutuhan TNI Angkatan Darat memeriahkan HUT TNI pada 2008 yang digelar di Surabaya, Gatot Bambang Nurmantyo bertolak ke Korea Selatan.

"Dalam perjalanan itulah saya menemukan Yongmoodo. Sebuah jenis beladiri yang merangkum beberapa jenis beladiri lainnya seperti Taekwondo, Karate dan Jujitsu. Sehingga sejak itu, Yongmoodo jadi seni beladiri wajib Angkatan Darat," tutur Gatot.

”Yongmoodo sendiri memiliki tujuan positif melatih keberanian serta patriotisme kepada para prajurit sebagai garda terdepan pengamanan terhadap NKRI. Spesifiknya adalah olahraga gabungan dari beladiri perkelahian jarak dekat,” katanya.

Dan dengan perkembangan pesat Yongmoodo dalam rentang empat tahun, Gatot berharap seni beladiri ini dapat segera masuk sebagai cabang olahraga KONI. Apalagi Yongmoodo Indonesia telah berprestasi menyabet juara kedua Championship di Korea Selatan pada 2011 dengan torehan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu.

"Jika FYI sudah punya 8 Pengurus Daerah yang mau mengembangkan Yongmoodo, kami akan mengajukan FYI sebagai anggota KONI. Sehingga tidak menutup kemungkinan, ke depannya Yongmoodo bisa dilombakan di SEA Games atau ajang olahraga lainnya," ujar Gatot.
(sumber : vivanews)


Sebanyak 73 anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 410/Alugoro secara resmi dikukuhkan sebagai anggota yang telah menguasai bela diri militer Yong Modo di jajaran Korem 073/Makutarama. Acara berlangsung di lapangan Markas Komando (Mako) Batalyon 410/Alugoro, Jumat (18/3/2011).
73 anggota Batalyon 410 yang telah lulus itu terdiri atas 68 sabuk hitam dan lima lainnya merupakan pelatih. Penutupan pelatihan dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Letkol Inf Eddy Basuki, dihadiri Kapolres AKBP Nurcholis SIK MSi, asisten II Setda Pudiyatmo SE MM, dan unsur Muspida.

"Yong Modo ini merupakan salah satu bela diri yang harus dikuasai oleh prajurit, karena bisa menambah rasa kepercayaan diri," kata Komandan Batalyon di hadapan anggotanya yang lulus pelatihan bela diri tersebut.

Yong Modo sendiri, jelasnya, merupakan campuran dari beragam bela diri yang berasal dari Korea Selatan. Kini, Yong Modo diadopsi menjadi olah raga resmi militer di jajaran TNI Angkatan Darat (AD).

Komandan Batalyon dalam kesempatan itu meminta agar prajurit yang sudah menguasai bela diri itu, terus menggali dan mengkaji sehingga ke depan bertambah baik.
Sementara pelatih utama Yong Modo Batalyon 410 Letnan Dua (Letda) Prahwoto mengemukakan, bela diri Yong Modo belum boleh tersebar di masyarakat umum, karena sangat berbahaya.

"Tidak setiap orang boleh mempelajari bela diri ini, karena sangat berbahaya. Di Indonesia, saat ini baru terbatas untuk prajurit TNI AD," katanya. Dikatakannya, teknik penting dalam bela diri ini adalah menyerang, banting, dan patahkan.
Karena itu, Prahwoto meminta kepada setiap anggota yang sudah menguasai Yong Modo dengan baik supaya tidak menyalahgunakannya. "Ini untuk menambah rasa percaya diri, membela diri, dan membentengi diri. Jadi jangan disalahgunakan," pesannya.


801 Universitas Airlangga Surabaya

802 Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya

803 Universitas Brawijaya Malang

804 Universitas Negeri Surabaya

805 Universitas Negeri Malang

806 Universitas Pembangunan Nasional Jatim

807 Universitas Negeri Jember

808 Universitas Merdeka Malang

809 STIESIA

811 Universitas Islam Negeri Malang

812 Universitas Muhammadiyah Malang

813 STIE ABM Kucecwara Malang

814 Universitas Widya Gama Malang

815 Universitas Surabaya

816 Universitas 17 Agustus Surabaya

819 Universitas Pawiyatan Daha Kediri

820 IAIN Sunan Ampel Surabaya

821 Universitas Putra Bangsa Surabaya

822 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

823 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

824 Institut Tekhnologi Adhi Tama Surabaya

825 Institut Tekhnologi Nasional Malang

826 Universitas Kadiri

827 Universitas PGRI Adhi Buana Surabaya

831 Universitas Wijaya Putra Surabaya

834 Universitas Dr. SOETOMO Surabaya

835 Universitas Madura Pamekasan

836 Universitas Islam Malang

837 Universitas Kanjuruhan Malang

838 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malang

839 STIKN Janega Malang

840 STIH Sunan Giri Malang

843 Universitas Kristen Petra Surabaya

844 Universitas Bhayangkara Surabaya

846 IKIP PGRI Kediri

847 IKIP PGRI Jember

848 Universitas Muhammadiyah Jember

853 IKIP PGRI Madiun

859 Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Surabaya

861 IKIP PGRI Tuban

863 Universitas Trunojoyo Bangkalan

864 Universitas Wisnuwardhana Malang

865 IKIP Budi Utomo Malang

869 STAIN Tulung Agung (BELUM ADA UND)

872 Universitas Gajayana Malang

874 Politeknik Negeri Malang

875 Universitas Hang Tuah Surabaya

876 Universitas Islam Kediri

878 Universitas Tulung Agung

879 STIKES Kendedes Malang

STAIN Jember

STKIP PGRI Jombang

Akademi Perikanan Sidoarjo

STITMU Pamekasan

Poltek Negeri Jember

Universitas Islam Lamongan ( UNISLA )

Universitas Madura

Universitas Darul ulum ( UNISDA )
 
Universitas Yudharta Pasuruan
 
Universitas Merdeka Pasuruan



Sejarah Menwa SAT-872 Universitas Gajayana Malang

Resimen Mahasiswa (MENWA) Univ. Gajayana Malang merupakan salah satu dari unit kegiatan Mahasiswa di lingkungan kampus yang bertujuan mengembangkan minat dan bakat mahasiswa dalam hal olah keprajuritan, kedisiplinan, Bela negara, manajemen organisasi meliputi administrasi dan operasional kegiatan. Menwa Uniga Malang didirikan pada tahun 1987 sekitar bulan September sedangkan untuk berdiri secara resmi bangunan dan organisasinya pada tanggal 23 November 1988. Pada masa itu mahasiswa uniga mengiginkan adanya sebuah organisasi intra kampus yang sudah ada di kampus lain yang mana organisasi tersebut bisa menggembleng mental dan sikap mahasiswa agar kelak bisa menjadi calon pemimpin yang hebat dan dapat di andalkan dan meneruskan cita-cita bangsa. "DISIPLIN ADALAH JIWAKU KESETIAAN ADALAH NAFAS KU KEHORMATAN ADALAH SEGALA-GALANYA".



LATAR BELAKANG


1.1 LATAR BELAKANG RESIMEN MAHASISWA

Resimen Mahasiswa (MENWA) adalah salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan untuk mempertahankan NKRI sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Markas komando Menwa bertempat di Perguruan Tinggi di kesatuan masing-masing yang anggotanya adalah mahasiswa atau mahasiswi yang berkedudukan di kampus tersebut. Menwa merupakan komponen cadangan pertahanan negara yang diberikan pelatihan dasar militer seperti penggunaan senjata, taktik pertempuran, survival, terjun payung, bela diri militer, senam militer, penyamaran, navigasi dan sebagainya. Anggota Menwa (Wira) di setiap Perguruan Tinggi atau kampus membentuk satuan-satuan yang merupakan salah satu bagian organisasi mahasiswa / mahasiswi di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Menwa diberikan wewenang dan tanggung jawab yang berbeda dengan UKM lain dan berada langsung dibawah Rektorat.

Selain itu dalam pembentukan Resimen Mahasiswa diperkuat dengan berbagai Undang-Undang dan beberapa keputusan, diantaranya :
1. UUD 1945 Pasal 27 ayat 3 tentang kewajiban setiap warga negara dalam upaya pembelaan negara.
2. UUD 1945 Pasal 30 ayat 2 tentang usaha HANKAMNEG yang dilaksanakan melalui SISHANKAMRATA.
3. Keputusan bersama Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah RI, No : KB/14/M/X/2000; Nomor : 6/U/KB/2000; No : 39 A tahun 2000 tanggal 11 Oktober 2000 tentang Pembinaan dan Pemberdayaan Menwa.

Adapun tugas pokok dan fungsi Resimen Mahasiswa, diantaranya :
Tugas :
a. Sebagai komponen pertahanan Negara bertugas merencanakan, mempersiapkan dan menyusun seluruh potensi mahasiswa pada setiap propinsi daerah tingkat I, untuk melaksanakan fungsi sebagai komponen cadangan negara.
b. Sebagai komponen perlindungan masyarakat bertugas merencanakan, mempersiapkan dan menyusun seluruh potensi mahasiswa pada setiap propinsi daerah tingkat I, untuk melaksanakan fungsi sebagai linmas.
c. Sebagai UKM Khusus di perguruan tinggi, membantu terlaksananya pembinaan kesadaran Bela Negara serta kelancaran kegiatan dan program lainnya di peguruan tinggi.

Fungsi :
1) Menyiapkan mahasiswa menjadi warga negara beriman dan berakhlak, memiliki kemampuan akademik dan intelektual dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan /atau seni, serta wawasan bela negara yang mampu mengembangkan potensi dirinya menjadi manusia produktif bagi kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa, dan umat manusia.
2) Sebagai Komponen Pertahanan Negara Menwa Ikut mewujudkan dan mempertahankan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3) Membantu menumbuhkan dan meningkatkan sikap Bela Negara dan nilai-nilai cinta tanah air di masyarakat.
4) Membantu satuan TNI dan POLRI dalam melaksanakan pembinaan keamanan tertentu sesuai dengan aturan undang-undang.
5) Membantu pemerintah daerah dalam rangka melaksanakan fungsi Linmas.
6) Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan.
7) Bersama dengan mahasiswa lainnya membantu terwujudnya kehidupan yang aman, tentram, tertib, dan kondusif.
8) Membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan dan program perguruan tinggi dan program kemahasiswaan lainnya.
9) Menyampaikan saran atau pertimbangan kepada pimpinan perguruan tinggi, Pangdam atau Danrem serta Gubernur.
10) Melaksanakan pembinaan struktur organisasi Resimen Mahasiswa Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh.
11) Membantu memotivasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dibidang kepemudaan dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.



1.2. RESIMEN MAHASISWA 872 UNIGA MALANG

RESIMEN MAHASISWA SATUAN 872 VIYATA WIRA CENDIKIA, BERTEMPAT DI UNIVERSITAS GAJAYANA MALANG. MENWA 872 BERDIRI SEJAK 23 NOVEMBER 1988 SILAM. Menwa adalah salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) di Perguruan Tinggi yang merupakan wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan fungsi bela negara dengan dilengkapi ilmu olah keprajuritan serta belajar akademik secara rutin dan disiplin agar tercapai tujuan membentuk karakter, kepribadian, wawasan, pengetahuan dan fisik yang unggul. Menwa juga merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan nasional terbesar di negara kita tercinta indonesia. Kehidupan dunia pada era globalisasi dimana setiap peristiwa disuatu negara menjadi perhatian dan konsumsi Internasional yang telah meresap dalam kehidupan masyarakat, demikian halnya dengan Indonesia tidak luput dari pantauan dunia Internasional. Untuk menjaga tetap tegaknya NKRI pada era globalisasi sekarang ini, kesadaran bela negara serta jiwa nasionalisme merupakan materi yang lebih tepat dibina serta dikembangkan karena merupakan kunci perekat antar masyarakat, antar agama, antar budaya serta antar daerah. Oleh karena itu dalam rangka pembinaan dan pengembangan kesadaran bela negara bagi setiap komponen masyarakat salah satunya dilaksanakan melalui kegiatan peningkatan kesadaran bela negara khususnya kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

Peningkatan Kesadaran Bela Negara merupakan bagian penting dari Ketahanan Nasional yang berfungsi untuk meningkatkan motif moral. Motif moral menjadi gambaran kecerdasan sosial dalam wujud kemampuan mengamati dan mengawasi secara komprehensif. Kemampuan ini berguna untuk menumbuhkan kemampuan partisipatif warga negara dalam wujud kemampuan melakukan kontrol sosial yang dilandasi nilai moral kebangsaan.

Resimen Mahasiswa 872 UNIGA Malang sebagai salah satu wadah yang berperan dalam membentuk jiwa dan karakter generasi bangsa yang handal, berwawasan kebangsaan, penuh kreativitas dan dedikasi untuk menyongsong hari depan yang lebih baik. Kesadaran bela negara lebih terfokus dan bersifat universal serta penerapannya lebih fleksibel sesuai kepentingan Nasional dan perkembangan jaman yang berorientasi pada kepentingan, kebutuhan situasi dan kondisi perkembangan masyarakat, sehingga terwujud warga negara Indonesia yang memiliki kesadaran bela negara, berbangsa dan bernegara serta cinta tanah air.

Dengan demikian pembinaan Resimen Mahasiswa 872 UNIGA Malang yang di dalamnya sudah memuat kesadaran bela negara, diarahkan untuk membentuk dan mengembangkan kepribadian yang memiliki jiwa kebangsaan dan cinta tanah air, serta memiliki kesadaran dalam pembelaan negara sebagai upaya membangun sumber daya manusia Indonesia seutuhnya, juga sebagai prasyarat dalam membangun sistem pertahanan negara.



1.3 VISI DAN MISI 

VISI

Menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang handal dan professional dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan khususnya dalam bidang Pertahanan dan Keamaan yang berlandaskan pada Pancasila, UUD 1945, Panca Dharma Satya, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menyiapkan Mahasiswa sebagai generasi intelektual Bangsa dan warga negara yang dibekali kemampuan dan pengetahuan olah keprajuritan untuk pembelaan Negara, serta keterampilan lain yang dimanfaatkan untuk masyarakat luas.

MISI
1) Menghasilkan SDM yang unggul dalam bidang HanKam, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak tinggi, dan berbudaya Indonesia.
2) Mempersiapkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan, sikap disiplin, fisik dan mental serta berwawasan kebangsaan agar mampu melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menanamkan dasar-dasar kepemimpinan dengan tetap mengacu pada tujuan pendidikan nasional.
3) Merencanakan, mempersiapkan dan menyusun seluruh potensi mahasiswa untuk memantapkan ketahanan nasional, dengan melaksanakan usaha dan atau kegiatan bela negara.
4) Menjalin dan membina hubungan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak demi tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa.
5) Memberdayakan manusia muda (MENWA) menuju transformasi manusia dewasa yang kompeten, yang memiliki hati nurani dan yang mempunyai kepekaan untuk berani melibatkan diri pada hidup dan perjuangannya.
6) Menguatkan identitas kebangsaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Membentuk Mahasiswa yang memiliki mental dan fisik yang tangguh, berdisiplin tinggi sebagai kader Bangsa.
7) Melatih oleh keprajuritan dalam rangka mempersiapkan potensi dalam bidang pertahanan Negara. Menumbuhkan sifat teladan bagi seluruh individu dimanapun berada dalam upaya menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan kondusif.



1.4 PIMPINAN MENWA 872 / VWC UNIV. GAJAYANA MALANG

MENWA 872 DIPIMPIN OLEH SEORANG MAHASISWA YANG MENJABAT SEBAGAI KOMANDAN SATUAN 872 / VWC. ADAPUN KOMANDAN MENWA 872 GAJAYANA (SAAT INI) BERNAMA MIFTAKHU RULIA PERIODE 2021/2022.



1.5 KEGIATAN-KEGIATAN MENWA

ADAPUN KEGIATAN PENDIDIKAN BERJENJANG MENWA SEBAGAI BERIKUT :
1) PENDIDIKAN DAN LATIHAN DASAR MENWA (DIKLATSAR)
2) KURSUS KADER PELAKSANA (SUSKALAK)
3) KURSUS KADER PEMIMPIN (SUSKAPIN)

UNTUK KEGIATAN LAINNYA SEPERTI :
1) SURVIVAL DASAR
2) LINTAS MEDAN
3) NAPAK TILAS
4) KURSUS PELATIH NASIONAL (SUSPELATNAS)
5) KURSUS PEMBINAAN MENTAL NASIONAL (SUSBINTALNAS)
6) MAHIR MENEMBAK PISTOL DAN SENAPAN
7) KURSUS DINAS STAF (KDS)
8) PENDIDIKAN PROVOOST (DIKPROV)
9) PENDIDIKAN POLISI RESIMEN (DIKPOLMEN)
10) SEARCH AND RESCUE (SAR)
11) KURSUS INTELIJEN DAN PENGAMANAN (SUSINTELPAM)
12) KURSUS PROTOKOLER, DLL.

MENWA 872 JUGA TURUT TERLIBAT PADA KEGIATAN DI DALAM MAUPUN LUAR KAMPUS SEPERTI :
1) PENANGGULANGAN BENCANA
2) BAKTI SOSIAL KE PANTI ASUHAN
3) UPACARA PERINGATAN HUT KAMPUS
4) UPACARA 17 AGUSTUS
5) UPACARA HUT TNI, DAN SEBAGAINYA



1.6 STRUKTUR ORGANISASI MENWA 872


STRUKTUR ORGANISASI SATMENWA 872 / VWC
UNIVERSITAS GAJAYANA MALANG
PERIODE 2021/2022


REKTOR UNIV. GAJAYANA MALANG
I
KOMANDAN SATUAN 872 (DANSAT)
MIFTAKHU RULIA
WAKIL KOMANDAN SATUAN 872 (WADANSAT)
TARINDA AFRIDATUL MUAFATIKA
I
KEPALA URUSAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN (KAUR. DIKLAT)
NOVRIYAN ISROQ NURMAN SYAH PUTRA
I
KEPALA SEKRETARIAT (KA. SET)
IFTAHUL YUSRO
I
KEPALA URUSAN ADMINISTRASI DAN BENDAHARA (KAUR. MINLOGBEN)
NURLIA FITRI ANGGARITA
I
KOMANDAN KELOMPOK MARKAS (DANPOKMA)
LUKAS OAGAY
I
KEPALA URUSAN KHUSUS (KAUR. SUS)
MOH. FAIZUN
I
KEPALA PROVOOST (KA. PROV)
RONI MARIAN
I
ANGGOTA – ANGGOTA



MENWA UNIGA TELAH BANYAK MELAHIRKAN LULUSAN SARJANA YANG UNGGUL DALAM HAL LEADERSHIP, KEDISIPLINAN, BERKARAKTER KUAT, BERFISIK TANGGUH DAN BERMENTAL BAJA, SEHINGGA SEMUA ALUMNI MENWA SELALU MENJADI PELOPOR, LEADER, DAN PANUTAN DI TEMPAT KERJA MASING-MASING. ALUMNI MENWA TERSEBAR DI SEGALA BIDANG PEKERJAAN DI SELURUH NUSANTARA.


Pada kesempatan ini, Satuan Resimen Mahasiswa 872 UNIGA Malang, membuka peluang bagi Mahasiswa Aktif Angkatan 2022 di Universitas Gajayana Malang untuk bergabung bersama kami menjadi anggota Resimen Mahasiswa Indonesia.


CONTACT PERSON:

SEJARAH RESIMEN MAHASISWA MAHASURYA JATIM

SEJARAH DIDIRIKANNYA RESIMEN MAHASISWA Unair dahulu didirikan atas bantuan dari Angkatan Laut dan untuk guru/dosennya pertama kalinya adalah dari Angkatan Laut, dan tempat/tanah juga berasal juga dari angkatan laut mulanya UNAIR (801) hanya mempunyai 4 fakultas dengan kondisi Negara yang sedang genting disebabkan karena persebaran faham komunis yang sedang gencar-gencarnya. Pada saat itu yang dikhawatirakan oleh Presiden adalah mahasiswa yang notabenenya adalah sebagai generasi penerus jangan sampai terkotori oleh faham – faham komunis. Waktu itu 10 mahasiswa berkumpul dan secara rahasia mengajak mahasiswa yang sedang di Surabaya mengadakan rapat – rapat tersembunyi dan kemudian puncaknya adalah mahasiswa mengajukan kepada Rektorat untuk menghancurkan faham – faham komunis dikalangan kampus dan rektorat menyetujuinya dari pihak Angkatan Laut pun mendukung dengan memberikan solusi berupa fasilitas berupa tempat pendidikan militer dan juga alat – alatnya kepada gerakan mahasiswa yang bertujuan sebagai pemerkuat pondasi bangsa. Gerakan tersebut juga dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa di Indonesia dan menamainya dengan Resimen Mahasiswa. Sebagai upaya mahasiswa untuk mempertahankan negara dengan menghancurkan faham komunis yang menyebar di kalangan kampus Resimen Mahasiswa yang pada saat itu berbaret MERAH sebelum akhirnya disesuaikan dengan jati diri mahasiswa yang kemudian diganti dengan warna UNGU yang berarti kejujuran dilatih oleh pelatih angkatan laut dari marinir dan kodikal resimen mahasiswa siap berjuang untuk Negara dengan segenap jiwa raga sebagai bentuk dari perwujudan jiwa nasionalis dari kalangan mahasiswa di seluruh Indonesia.

MAHASURYA, Mahasurya adalah mahasiswa timur Indonesia yang harus mampu menerangi Jawa Timur dan nasional. Mempunyai spesialisasi yang dididik marinir dengan kemampuan menembak, penerjunan, penyelaman dan masih banyak lagi yang tidak dimiliki oleh resimen mahasiswa lain pada saat itu. Dengan lambang tugu pahlawan, toga dan bulu kalam yang dibawahnya bertuliskan pejuang pemikir - pemikir pejuang yang mempunyai warna dasar merah yang berarti berani, kuning yang berarti agung dan hitam yang berarti luhur sudah tercapai dan disepakati dengan Komandan yang pertama kali adalah Benticoalu tahun 1967. Logo Widyacastrena dulu adalah logo yang sama dimiliki oleh ABRI dengan dibawahnya jangkar ada buku tanpa padi dan kapas. Setelah tahun 1967 atas keputusan tiga menteri logo Widyacastrena dirubah dan ditambah padi dan kapas. Resimen Mahasiswa mulai dibentuk per satuan – satuan seperti 801 yaitu satuan UNAIR yang pada tanggal 17 Juli tahun 1961 dijadikan sebagai hari kelahiran satuan 801 Universitas Airlangga .

TIMOR - TIMUR Setelah baret telah dirubah menjadi berwarna ungu yang berarti kejujuran menyesuaikan dengan jati diri mahasiswa dan pelatih yang telah diambil alih oleh angkatan darat resimen mahasiswa menjalankan tugas luar kampus yang pertamakali dengan berjuang di timor – timur. Pertama kalinya pada saat itu adalah dipakainya lambang kesatuan – kesatuan dan kepangkatan – kepangkatan di medan perang menjadikan musuh dapat membedakan pangkat tertinggi dan yang mana yang mahasiswa akhirnya pada pendaratan yang pertama kali resimen mahasiswa dan TNI dihabisi oleh musuh. Dengan tidak mengulang pengalaman yang pertama kali pendaratan selanjutnya berhasil dan timur – timor dapat diambil alih sebelum akhirnya sekarang melepaskan diri lagi.

Untuk mahasiwa patutlah diingat bahwa pengorbanan kepada Negara ini sangatlah besar harganya sehingga nyawa menjadi taruhannya. Jadi rasa nasionalis jangan sampai terkikis oleh faham – faham yang tidak jelas keberadaanya juga tentunya materi – materi yang dapat menghilangkan rasa memiliki Negara, ingatlah para leluhur mahasiswa yang dengan segenap jiwa dan ragannya ikut bertempur di Timor – Timur dan gerakan – gerakan lainnya demi mempertahankan Negara. Resimen mahasiswa didirikan atas usulan oleh mahasiswa sendiri dan Negara hanya memfasilitasi. Setelah perang Timor – Timur Negara memberlakukan Sishankamrata yaitu semua pegawai negeri / negara memakai pakaian atribut hansip. Tahun 1998 saat terjadi revolusi Negara oleh mahasiswa resimen mahasiswa diburu karena dianggap sebagai alat dari Negara. Dan karena sangat menyayangkan untuk dibubarkannya dan agar sesama mahasiswa tidak bermusuhan resimen mahasiswa yang notabenenya sebagai mahasiswa terlatih dan memiliki jiwa nasionalis yang tinggi dengan ikut sertanya dalam menghalau berbagai gerakan – gerakan yang bertujuan menggulingkan suatu negara akhirnya pada tahun 2000 atas keputusan tiga menteri resimen mahasiswa divacumkan dan berubah nama dari satuan menjadi unit kegiatan mahasiswa. Tetapi sebagai batalyon cadangan yang memang dipersiapkan oleh Negara resimen mahasiswa siap jika negara sewaktu – waktu membutuhkan. Untuk kegiatan resimen mahasiswa yang sekarang adalah tetap melaksanakan pendidikan militer dan berbagai latihan – latihan seperti halang rintang penerbangan, penyelaman, pendakian, latihan tembak, latihan SAR juga seminar – seminar yang berguna memupuk rasa mencintai Negara. Dalam lingkungan kampus ikut membantu Rektorat dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan karena resimen mahasiswa adalah mahasiswa kami tidak akan ada tanpa adannya mahasiswa.
Definisi Blog
menulis
Web Log atau yang sering juga disebut BLOG adalah sebuah diary atau catatan-catatan pribadi yang disimpan secara online dan umumnya bersifat terbuka bagi siapa saja yang ingin membacanya. bisa juga berisi kutipan dari sumber lain yang sengaja dipublikasikan kembali dalam satu tempat.
Blog juga sama dengan situs-situs atau web yang sering Anda temui di internet. Materi dan konten merupakan kebebasan penuh dari sang pembuat blog. tentu saja sangat disarankan lebih ke arah membagi pengetahuan yang bermanfaat.

Fungsi dan Kegunaan Sebuah Blog
Dengan memiliki Blog, kita dapat melatih kemampuan dalam menyampaikan suatu informasi atau hal-hal yang ingin kita sampaikan kepada orang lain dengan tanpa bermaksud menggurui atau sok tahu tentang apa yang kita ketahui kepada pembaca. Dengan memiliki Blog, kita dapat memperoleh banyak ide yang didapat dari berbagai sumber yang memberikan komentar atas tulisan yang kita terbitkan di Blog yang kita buat dan akan menjadi pacuan semangat kita dalam menggali pola pikir yang kreatif dan positif tentang apa yang dapat kita lakukan dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Sudah banyak orang-orang yang meraih kesuksesan hanya dengan memiliki sebuah Blog, karena Blog bersifat terbuka bagi siapa saja sehingga dapat juga dijadikan sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis mereka secara online diantara sela-sela karya tulisan yang mereka terbitkan dan disukai banyak orang yang mencari dan membacanya. Dengan Blog juga kita dapat memiliki banyak teman dari berbagai daerah dan negara yang terdapat kesamaan kaitannya dengan isiBlog yang kita buat.
Belakangan ini, fungsi sebuah Blog tidak hanya sebagai sarana membagi informasi dan kutipan yang sifatnya umum, namun lebih cenderung sebagai sarana promosi penjualan atas sebuah produk atau juga Program suatu Bisnis. Sah-sah saja, sangat disayangkan pula munculnya bermacam Blog yang mengedepankan konten kurang mendidik, ataupun konten-konten dewasa yang berpotensi memperburuk pola pikir daripada aspek mendidiknya.
Kecanggihan teknologi saat ini seharusnya mampu menjembatani keterbatasan pengetahuan bermanfaat antar sesama, jadi gunakanlah secara bijak apa yang bisa anda lakukan melalui media Blog. 

Demikian sedikit pembahasan tentang apa Definisi dan kegunaan dari Blog.
Semoga bermanfaat.

Dikutip dari berbagai sumber tutorial para sahabat netter dan manjadda-wajada.com.